Tuesday, July 1, 2008

Kapan nyusul ???

kayaknya ini tuh pertanyaan paling sering dilontarkan akhir-akhir ini ke gwe. Frequently Asking Question dalam 30 hari terakhir. Gimana nggak ?! Tiap dateng ke kondangan selalu aja. Terakhir nikahan sepupu gwe. Tiap ketemu kerabat, maka pertanyaan ini diajukan. Mungkin karena umur gwe sudah sampai pada usia menikah, walaupun sebenarnya tidak begitu signifikan. Gwe jadi inget, di hari ulang tahun gwe setahun lalu nyokap nyeletuk gini.....

Mama...umur 25 udah nikah loh....

jeeeeeng.....

dan akhir-akhir ini, tepatnya dalam durasi satu bulan, banyak sekali teman seumuran maupun tidak seumuran (lebih muda dan lebih tua) yang melangsungkan pernikahan.Yeyeyeye….so what yah?

Kapan nyusul, udah ada calonnya kan?
Kapan nyusul, inget loh jangan sekolah melulu.

Gwe pikir, akan tiba waktunya gwe menikah atau mengikat janji dengan seorang pria. Sulit untuk gwe menjawabnya sekarang, kapan gwe akan menikah. Alasannya, so cliche, belum waktunya, belum siap tepatnya. Kadang jawaban ga bijak gwe lontarkan begitu saja....

Mei....meybe next year!!
Nunggu lo lah, yang lebih tua silahkan duluan...

Bahkan dengan mudahnya gwe berjanji ke sahabat gwe untuk mendahulukan dirinya menikah, padahal dia blom punya calon (does it mean, I already have one?), cuma lebih siap menikah dari gwe. Akibatnya gwe jadi semangat berlaku sebagai mak comblang.

Lalu gwe menyadari satu hal. Pelan-pelan tapi pasti merambat di hati dan kepala gwe. Seharusnya gwe santai saja menanggapi pertanyaan yang sama ini. Harusnya gwe berbesar hati karena teman dan handai taulan gwe menantikan pesta pernikahan putri satu-satunya keluarga Poerwanto. Dan bahwa seharusnya gwe berbahagia karena setiap kali gwe specchless menjawab pertanyaan ini, mereka selalu memberikan doa baik.

Coba saja kalo pertanyaan itu datang ke gwe saat gwe MELAYAT, pasti lah gwe akan lebih tidak bisa berkata-kata. Padahal menurut gwe, esensinya akan sama saja. Sama – sama mengingatkan kita akan kenikmatan hidup dan kesempatan sebagai khalifah. Lalu kenapa pertanyaan ini tidak pernah diungkapkan saat melayat, atau tujuh harian atau 40 harian setelah meninggal.

Lalu winD.

Kapan nyusul ?????

3 comments:

Rieka said...

Abis married, 'Udah isi belom?'
Abis punya anak, 'Kapan ngasih adik?'
Pas anaknya dah gede, 'Kapan mantu?'

Never ending question... Hehehehe

niki said...

september kaan?? :p didoakan semoga lancar ya ndaa :) aamiiin

dee said...

aduuu win...hampir keselek baca kalimat terahir yg kmu tulis utk konteks paragraf trahir