Showing posts with label journal. Show all posts
Showing posts with label journal. Show all posts

Wednesday, February 17, 2010

lil' family story

I start to write my lil family story here...


windadeftianiputri.wordpress.com


this blog will be different from the old one. the blogspot will still continue to memorize all my own opinion about life and world. I invite you to come to my new blog.. :)

Wednesday, February 3, 2010

Prasangka tak Bersalah

Beneran ya mengasumsikan seseorang itu dengan prasangka itu g selalu baik, mau prasangka buruk ato baik,kalau udah pake prasangka itu, udah menyangkut asumsi yang subjektif.

pengalaman..pengalaman. Emang sih g langsung bilang kalau gwenya gimana-gimana, cuma ya itu, ternyata arah pembicaraannya sudah menuju asumsi memberi penilaian ke gwe.

Ceritanya, suatu hari gwe pulang dari rumah tante gwe,yang malam sebelumnya gwe harus menemani beliau di rumah sakit karena mau melahirkan. Karena si sepupu g ada yang mbuatin sarapan, meluncurlah saya jam 4 pagi ke rumahnya untuk mempersiapkan sarapan, langsung dari rumah sakit. Om gwe, suaminya si tante, sedang dalam perjalanan dari luar kota menuju rumah ini juga, dan baru tiba pukul 6.

Nah pas pulang dari rumahnya si tante, yang ada cuma si om, sepupu gwe dah berangkat sekolah semua, gwe naik taksi, jam 7 pagi, dan pamit dengan sopannya, 

"om pulang dulu, assalamualaikum"

di perjalanan, supirnya bertanya apakah saya mahasiswa, saya jawab iya,lalu cerita ngalor ngidul tentang...prostitusi oleh mahasiswa di Bandung, dan kaitannya dengan dia yang jadi supir taksi,yang sering nganter-nganter 'mereka'.Dia merasa rezekinya menjadi g berkah. Gwe ga tau nih orang mulai ceritanya dari mana, karena gwe begadang semaleman, plus malam sebelumnya nyelesein laporan, jadi kepala udah penuh mata udah berat, jadi g meratiin banget. Sampe di satu kalimat dia cerita kalau ada mahasiswa universitas di taman sari, berjilbab, jadi simpenannya "om-om". Eh saya baru ngeh...nih orang apa maksudnya ya cerita dan ngajak bahas beginian. Tiap ditanya gimana pendapat gwe, karena males, gwe jawab seadanya. Tapi pas dia ngomongin si berjilbab, aku jadi ngeh...jangan2 si bapak berpikir...oh..tidak...ya gwe coba berprasangka baik..sembari g bisa mikir juga karena ngantuk.

tapi dari pada si bapak salah sangka dan berpikir rezekinya g halal, sesaat sebelum tiba di kos, gwe angkat bicara. Gwe bilang lah ke si bapak, bahwa gwe itu dari rumah tante gwe, yang adalah adek dari ibu gwe, dan yang tadi mengantar saya keluar adalah suaminya dan gwe jelasin bahwa si tante gwe ada di rumah sakit, dan tadi malam gwe habis menjaganya, dan paginya harus ke rumahnya karena anak2nya si tante harus pergi sekolah. Si bapak langsung terdiam, tampak tidak nyaman, dan saya pun bersiap bayar dan turun, karena ujung kalimat saya pas tiba di depan kos.

Karena tidak enak, si bapak supir langsung mieminta maaf dan berkata g bermaksud apa-apa,gwe juga kok,g bermaksud apa-apa, cuma biar bapak merasa berkah aja. Cuma dalam hati sembari jalan ke kamar, ganti baju dan bersiap tidur, gwe mikir, oh gampang ya ternyata bikin penilaian ke orang lain. Tapi mungkin juga si bapak sebenernya sedang menghilangkan kebosanan nyetir di tengah kemacetan antapani-dago, yang penumpangnya lemot dan males jawab. 

Gwe jadi merenung, prasangka itu g selalu hasilnya buruk, tapi juga g selalu baik juga. Ahh..semoga hidup gwe g disulitkan dengan banyak prasangka. Amiiin.

Tuesday, November 17, 2009

Love YOU!!!

You are the BUTTER to my BREAD
and
the BREATH to my LIFE
-Paul Child, Julie and Julia (2009)-



I LOVE YOU more and more
Happy 5 month mr.A !!

Thursday, October 15, 2009

Ayam Hainan, Sajian Hangat dan Gurih

di Indonesia, g pernah-pernah nya pengen Nasi Ayam Hainan, karena emang g makan daging merah dan unggas. Entah kenapa pas udah disini, tiap kali baca buku resep selalu tertarik ama si resepnya masakan ini. Tapi ini kan pertama kali, g pengalaman lagi, butuh bimbingan dari yang udah pengalaman. Akhirnya cari-carilah di internet. Entah kenapa, ngebaca resepnya orang-orang di internet lebih meng-encourage untuk mencoba,sekalipun tanpa pengalaman. Mungkin karena perasaan, kalau mereka bisa gwe pasti bisa, yang bikin jadi semangat.

Bikin nasi Ayam Hainan ini ternyata super duper gampang. Bahannya gampang dan g repot. Apalagi ngeliat caranya dari blognya Lenny and Waz, Test Crash Kitchen. Oh ya..nasinya bisa dimasak dengan rice cooker, jadi bisa ditinggal masaknya.


Nasi Ayam Hainan

Bahan Kuah :
1 Ekor Ayam
4 batang Daun bawang, potong-potong
3 cm Jahe, potong-potong gak perlu dikupas kulitnya
Air untuk merebus
Garam
Minyak wijen
Sawi Hijau

Bahan Nasi :
2 cup Beras, cuci bersih
2 batang Daun bawang, cincang
4 siung Bawang putih, cincang
Minyak untuk menumis

Bahan Sambal :
Cabe merah, potong-potong kecil
Bawang Merah, potong-potong kecil
2 siung Bawang Putih, cincang
2 cm Jahe, kupas dan parut
3 sendok Air jeruk nipis
Cuka
Gula
Garam

Bahan Saus Kecap :
Kecap Kikoman
Minyak Wijen

Cara :
Rebus ayam beserta daun bawang dan jahe, sampai mendidih dan ayam matang. Beri garam secukupnya.
Sementara menunggu rebusan ayam, siapkan sambal jahe. Campur semua bahan jadi satu.
Setelah itu siapkan beras. Tumis bawang putih dan daun bawang sampai harum. Setelah kaldu siap, masukkan air kaldu dan gunakan untuk memasak nasi dengan rice cooker.
Beri air kaldu pada sambal.
Jika ayam sudah matang, angkat. Kucuri dengan air dingin untuk menghentikan proses masak. Kemudian keringkan dan baluri ayam dengan minyak wijen. Dengan cara ini kulit ayam menjadi lebih crispy.
Siapkan saus kecap dengan mencampur kecap kikoman dengan minyak wijen.
Potong-potong sawi hijau, letakkan dalam mangkuk dan tuangi dengan air kaldu.
Potong-potong ayam sesuai selera.
Sajikan bersama nasi, sambal dan saus.

dan ini adalah video pod-cast nya Lenny and Waz di edisi One Chicken, Tree Ways.


Twitter oh twitter...

lama banget g nulis blog, rasanya ingin menyalahkan twitter yang memudahkan menumpahkan uneg-uneg yang suka keluar sekejap. 160 karakter ternyata cukup untuk menggambarkan isi hati, opini, ke-rese-an, bahkan hingga informasi gempa. That's why them called it MICROBLOGGING.

Tapi sebenernya, g semua bisa tersampaikan lewat twitter,tapi wahana satu ini emang ngebantu banget. Percayalah, banyak pemikiran yang kemudian terasah dengan membaca tulisan-tulisan orang lain di twitter. Opini dari isu-isu yang sedang hangat membuat analisa gwe tentang si isu makin banyak. Jujur saja, gwe jadi punya kepecayaan diri untuk nulis opini gwe melihat trend satu isu. Seperti saat isu Tari Pendet.

g ada aturan yang jelas, bagaimana harus nge-twit dan apa yang di-twit. tapi gwe suka tulisan si The Oatmeal tentang 10 Things You Need to Stop Tweeting About . Lucu aja,karena setelah dipikir-pikir, ngapain juga 'berkicau' tentang hal-hal ini.

Mulai hari ini..pengen produktif lagi menulis, not say to left the twitter, tapi lebih sering menulis, demi mengasah otak. Kapan bisa pinter kalo cuma nulis 160 karakter.

ps: I envy agn for his writing productivity, in a good way

Tuesday, September 22, 2009

Dapur....laboratorium baru saya

Sekarang...ya sudah 2 bulan ini..gwe punya status baru. Ibu Rumah Tangga...yap the ibu rumah tangga. Kerjaannya sekitaran dapur, kamar dan dapur. Dan internet pastinya. Menyenangkan ternyata. Keluar dari aktifitas penuh tenggat yang selama ini membelenggu. Mengurusi suami dan melakukan eksperimen pada jadwal mencuci dan keuangan keluarga. Dan pastinya uji coba masakan.Yap....memasak menjadi kesenangan baru tiada tara.

Buku resep dan internet jadi buku manual baru yang mengisi hari-hari. Uji coba dengan berbagai jenis masakan baru. Sampai-sampai supervisor thesisku malah menyemangati layaknya gwe lagi mengerjakan tesis.

Rasanya seperti memulai mengerjakan tesis atau proyek. Collecting data, prepare the analysis tools then start the job. Mulai mengumpulkan sedikit demi sedikit bumbu-bumbu masak, menambah sedikit demi sedikit alat-alat masak dan meningkatkan kemampuan merasakan tingkat ke-asin-an. Dan saatnya tiba..mari memasak.

oh ya, mengumpulkan bumbu masak bukan disini bukan perkara mudah. Bukan karena tidak tahu bentuknya, tapi nama yang dipakai dipasaran sebagian besar bahasa Dansk dan Inggris bahkan kadang bahsa latinnya ,jadi seringkali sebelum belanja, mencatat semua keperluan dan mengalihbahasakannya.

Entah kenapa, susah sekali untuk malas memasak. seringkali saat siang hari rasa malas hadir, namun saat lapar melanda gwe malah ingin masak ini itu dan hilanglah rasa malas itu lalu sepersekian detik gwe sudah berkutat di dapur. I love eating,then I love cooking.

Senang rasanya menemukan tempat baru untuk belajar.Tempat untuk menikmati hidup dan memulai eksperimen-eksperimen baru meski bukan dengan sintaks bahasa komputer. Ini saatnya untuk hal baru. Then my kitchen is my new laboratorium.

Kata orang, cinta bisa tumbuh dari makanan. Untuk mr.A apa sih yang ga?

Monday, September 14, 2009

Happy Day

hari ini 14 September 2009...

Hari jadi suamiku tercinta...
Semoga Allah memberikan limpahan perlindungan, kemudahan, keselamatan dan kesehatan padamu..
Semoga Allah melimpahkan semangat untukmu..
Semoga Allah selalu memberikan kebesaran hati,cinta dan kesabaran bagimu...dalam mengarungi hidup ini bersamaku...

dan..

Hari ini 3 bulan aku dan mr.A menjadi suami istri...
Lembar demi lembar kehidupan baru kami lalui...
Begitu banyak canda dan tawa yang mampu mengobati sedih dan kesal...
Semoga Allah melimpahkan kekuatan bagi kami..untuk selalu teguh di Islam-Nya..
Semoga Allah menjaga iman kami...
Semoga Allah senantiasa memberi petunjuk untuk meneruskan cita-cita menjadi keluarga yang sakinah mawaddah dan penuh rahmat...


"Ya Allah, yang membolakbalikan hati, mantapkan hatiku dalam cinta terhadap pasanganku, dan mantapkanlah hati pasanganku dalam cintanya terhadapku"

Thursday, September 3, 2009

Meet my Bike

Entah dari kapan, pengen bisa jalan-jalan dengan sepeda. Dulu...waktu masih SMP, memang bersekolah naik sepeda, dan saat masih SD pun sore hari dihabiskan dengan bersepeda bersama rekan sejawat. Tapi sejak di Bandung, jarak kampus terlalu dekat sehingga dilintasi dengan berjalan kaki, dan kemalesan membuat sepeda dirumah selalu urung diboyong ke Bandung. Lebih-lebih di Jakarta. Meskipun orang-orang mendengungkan Bike to Work, sungguh Jakarta bukan tempat yang tepat. Berlomba dengan ribuan mobil dan belum lagi semprotan dari bis dan metromini yang g tanggung-tanggung, dan pastinya jalur yang tidak aman. Tidak adanya jalur khusus membuat pesepeda harus berada di kerumunan kendaraan bermotor.

Tapi disini, semua orang naik sepeda. Kemanapun. Selain alasan mengirit, kemudahan lah yang membuat sepeda menjadi transportasi penting. Motor? bisa dihitung dengan jari. Selain jalur sepda yang khusus, sepeda bisa dibawa masuk ke kereta dan metro,shingga bila tidak memungkinkan mengndarainya (misal: hujan deras atau salju),sepeda bisa tetap dibawa pulang. Tempat penyimpanan pun eksis di setiap sudut jalan,memungkinkan kita untuk berhenti dimanapun.


Sepeda disini harganya mahal,kalau beli baru. Sehingga orang-orang biasanya membeli melalui lelang atau melalui website barang second. Lelang sepeda diadakan oleh pihak kepolisian. Sepeda-sepeda yang dijual adalah sepeda yang sudah lama tidak berpemilik yang ditinggal di jalan atau stasiun atau sepeda-sepeda yang merupakan baran sitaan. Kalau beli di sini, kondisi sepeda hanya dilihat sepintas, ada yang masih bagus ada yang penampakannya bagus tapi ternyata sudah parah.Kalaupun bagus dan sehat,pasti harganya selangit. Mr.A berhasil mendapatkan sepeda dengan metode ini,meskipun harus mengganti ban dalam dan rantainya,harganya masih jauh dibandingkan harga barunya. Sedangkan saya, hehehehe...saat lelang, sepeda-sepeda sangat mahal, karena ini event pertama setelah libur musim panas. Dan tidak ada sepeda yang pas dihati.Hasil mencari di sebuah situs barang bekas akhirnya menemukan sepeda yang 90% fit, dengan harga murah sekali. Dan pertama kali melihatnya langsung jatuh cinta (percayalah...memilih sepeda itu seperti memilih pasangan hidup,harus pas di hati). Bila melalui situs barang bekas, barang yang mau dibeli bisa dilihat terlebih dahulu jadi bisa melihat kondisinya.


Dan inilah si Sepeda...dan ternyata,mereknya sama dengan Mr.A..jadi pas banget...sepedanya jga sepasang.. (*memandangpenuhcinta...ke sepeda).
Semua tentang bersepeda di Copenhagen bisa diliat di Copenhagen Cycle Chic.

Bulan Ramadhan di rantau

Alhamdulillah...alhamdulillah...tahun ini diberikan kesempatan bertemu dengan Ramadhan yang mulia, dengan seluruh atribut baru.Ramadahan kali ini, dinikmati di negri orang. Lupakanlah suasana ala Indonesia yang hiruk pikuk saat sahur dan buka puasa. Lupakanlah jajanan buka puasa yang dengan mudah ditemukan. Sungguh ini puasa yang sangat menantang.

Sebagai minoritas di negri ini, tidak terdengar suara azan. Mesjid terdekat berjarak 4 km (10 menit dengan kereta). Jadwal buka dan imsak didapat melalui selebaran. Dan yang sangat menarik,bulan Ramadhan tahun ini jatuh di penghujung musim panas, jadi tidak heran,durasi dari fajar hingga senja adalah 18 jam. Menarik..dan percayalah, 18 jam ternyata tidak jauh berbeda dengan 12 jam. Beruntungnya, musim panas disini tidak sepanas di negeri tropis. Sungguh Allah maha Baik. Dan jangan heran kalau ngabuburit,orang lain dengan tenangnya makan dan minum serta berpakaian seksi (it's summer time)

Ini lah Ramadhan pertama sebagai suami-istri. Tak terasa meskipun harus bangun pagi-pagi untuk menyiapkan sahur apalagi sensasi saat menyiapkan santapan buka puasa, sungguh nikmat yang tak terkira. Dan untuk pertama kalinya bikin kolak untuk buka puasa, pastinya sebelumnya yang begini pasti beli. Sungguh kurma dan segelas air putih bila dinikmati bersama suami sungguh pun...

Hal yang menyenangkan adalah saat berbuka bersama teman-teman senegara. Alhamdulillah,KBRI selalu mengadakan buka puasa bersama. Belumlagi bersama teman-teman sesama pelajar. Seru.Pastinya hidangan ala Indonesia selalu terhidang mengobati kerinduan. Tahun ini, pastinya jadwal buka bersama berkurang, disaat teman-teman di Indonesia bingung menyusun padatnya jadwal buka puasa karena keberadaan FB yang mempertemukan dengan banyak teman lama dan menambah daftar buka puasa bersama.

Sungguhpun, puasa kali ini bisa merasakan betapa Iman dan Islam lah yang menjaga. Bisa sajakan tidak menjalan puasa, toh ga bakal ada yang tahu kita puasa atau tidak. Tapi sejenak dipikirkan...Allah Maha Tahu.

Semoga Allah memberikan kemudahan, sehingga 15 hari kedepan Ramadhan ini jauh lebih baik. Amin.

Friday, August 21, 2009

Berhenti mengatakan itu milikmu !

Pagi yang cerah sebenernya membaca tari Pendet diklaim Malaysia di iklan pariwisata mereka. Aggghhh gemeeees berat. Pukulan telak sih untuk anak muda Indonesia. Berasa ya..sesuatu ada kalau sudah hilang. Kalau ditanya, kali yaa.., g semua anak muda Indonesia tahui, dari mana tari Pendet berasal, paling juga bilang, dari Bali, itupun kalau udah liat kostumnya atau dengar musiknya. Aggghhh, yang bikin gemes bukan Malaysia nya sih, mereka itu astute, nah kitanya GA AWARE. Klop dah !

Coba aja, harusnya kalau isunya gini, Putri Indonesia yang katanya lagi mengharumkan nama Indonesia di kancah per
Miss Universe-an a.k.a dunia, menampilkan tari Pendet donk, kan dia yang jadi ujung tombak Indonesia hari ini. Pasti ngaruh besar. Jangan cuma pake kostum Srikandi. Atau....jangan-jangan dia ga tau tari Pendet dari mana??

Kali memang seharusnya, kesenian dan kebudayaan kembali menjadi salah satu mata pelajaran wajib di sekolah. Ga cuma teori juga praktek. Tarian-tarian khas daerah diajarkan dan alat-alat musik tradisional diperkenalkan dan terampil memainkannya. Jangan cuma punya-punya aja tapi ga bisa dan ga kenal. Apa bedanya kita ama Malaysia..kita juga ngaku-ngaku punya, tapi apa bisa memainkan dan menarikannya??

Dari kejauhan memang seringkali kita bisa memandang permasalahan dari sudut yang berbeda. Kesal memang melihat Malaysia berbuat begitu, cuma masalahnya, kita orang Indonesia memang belum sigap dan siap membungkus keindahan alam kita untuk dipamerkan. Kita juga masih lebih suka jalan-jalan ke Malaysia dibandingkan ke P. Karimun, alasannya kadang klise, lebih murah transportasinya, yang pesawat yang satu lagi harus panas-panasan, lah gimana? coba? Harus diakui, Malaysia memang membungkus pariwisatanya dengan baik, meskipun artifisial, mereka bungkus dengan baik, di cap semua MALAYSIA. Kita...? g toh?! Cukup sekali saya bertandang ke negri itu, itu pun karena gratis, (bahkan saya pun tak sanggup menampik tiket gratis terbang kesana......*
menghelanapas).

Ya mungkin kita, orang Indonesia, SAYA harus instropeksi diri. 8 windu waktu yang pas untuk memulai banyak hal-hal baik untuk bangsa ini (dan klaim ini,benar-benar hadiah yang MENUSUK untuk sebuah ulang tahun). Mungkin g cuma sekedar bangga dengan keindahan alam nya,tapi juga menjadi bagian dari bangsa itu sendiri, menjadi bagian dari kebudayaannya. Seperti memakai batik, kita mengakui batik milik kita, kita pakai batik. Kita akui tari Piring, tari Pendet, tari Tor-tor, tari Saman, tari Japin milik kita, ada baiknya kita mulai mempelajarinya. Bukannya mencintai sesuatu itu, membuat kita selalu ingin menjadi bagian dari yang kita cintai ya.


Membaca berita ini teringat seorang sahabat, yang juga penari dan mahasiswa yang sedang merantau untuk studi. Dia entah sudah beberapa kali menampilkan tari Pendet di daratan Eropa. Saat saya sampaikan....entah seperti apa kegeramannya sampai
messenger pun tak sanggup menampilkannya (mode lebai : nyala) karena dia baru saja menampilkan tarian ini di sebuah perayaan. Ahhhh....dunia pasti tau dari mana tari Pendet berasal. Lagian kalo tetangga ngaku-ngaku ya biar aja, asal kita juga jangan sampai cuma ngaku-ngaku.

Monday, August 17, 2009

8 Windu Indonesiaku

akhirnya tiba saatnya merayakan 17 Agustus di negri orang. Tidak ada keramaian yang signifikan. Jangan berharap dentuman musik dangdut atau pohon-pohon pinang ber-oli. Berkumpul dengan saudara sebangsa saja, sudah sangat menyenangkan.


Sebagai pendatang baru, saat ini sangat ditunggu.Karena bisa bertemu dengan teman-teman sesama mahasiswa dan keluarga-keluarga Indonesia yang juga sedang merantau. Syukurlah langit biru dan hangatnya matahari mewarnai perayaan 17an di KBRI Kopenhagen, meskipun dirayakan sehari sebelumnya. Dan hangatnya makanan Indonesia dan percakapan dengan teman-teman baru benar-benar menyenangkan.



Dirgahayu Negriku...kau selalu kurindu...

Thursday, August 13, 2009

Perayaan Satu Bulan

Awalnya bukan cuma mau ngerayain satu bulanan tinggal di Kopenhagen, tapi tepatnya mau makan malem bareng sahabatnya suami disini. Eh ternyata si teman cuma bisa mampir sebentar, jadilah menu makan malam spesial kali ini kita nikmati berdua. Semua menu belum pernah ada yang di coba. Percobaan pertama langsung dipake untuk menjamu tamu (pede benerrr!!). Berbekal buku resep dan insting masakan pun jadi.

Masakan pembukanya Skutel Tuna. Kalau yang ini liat resepnya dari Kedai Hamburg-nyaMbak Retno, Biasa sih di rumah mama yang bikin, lah disini, harus bikin sendiri. Sekalian nyobain oven yang tampak canggih yang sedianya nongkrong di dapur.

Makanan utamanya, Bubble&Squeek dan Sour-sweet meat ball.


Bubble&Squeek- nya ini pengganti nasi. Soalnya Mr.A udah wanti-wanti si temen yang orang Mesir ga begitu suka nasi.

Bahan :
3 bh kentang besar, kupas
70 g mentega
150 gram jamur Champinon/Sawi, potong kecil
4 sdm Minyak Bunga Matahari /minyak sayur
1 bh bawang bombay, rajang halus
garam dan merica

cara :
rebus kentang hingga lunak dalam air mendidih yang diberi garam, kemudian keringkan dan haluskan dicampur dengan 55 gram mentega, tambahkan garam dan merica.
Tumis jamur dengan mentega dan tambahkan sedikit air hingga layu.
Campur jamur dengan kentang, tambahkan garam dan merica untuk menambah rasa.
Panaskan minyak, masukkan bawang bombay hingga layu,sekitar 5 menit, kemudian masukkan kentang dan press hingga rata dan memadat. Masak dengan panas sedang selama 15 menit atau hingga lapisan luar berwarna coklat keemasan. Balik kentang untuk mendapatkan hasil yang sama di sisi lain. Sajikan diatas piring dan potong menjadi delapan.

Untuk Sweet-Sour meat Ball nya

Bahan :
250 gr dagingsapi giling
2 sdm tepung panir
1 butir telur, kocok
50 gr mentega
1 bh bawang bombay,rajang kasar
2 siung bawang putih, rajang halus
1 buah paprika,potong dadu
2 buah tomat, potong dadu
2 sdm kecap manis
garam
gula
merica bubuk
lada
150 ml air

Cara :
Campur daging dengan tepung panir, telur, pala garam dan merica. bentuk sebesar kelereng (atau sesuai selera). Lalu tumis hingga kecoklatan. Sisihkan.
Panakan mentega,tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum, masukkan paprika dan tomat. masak hingga layu.
Masukkan kecap manis, garam , gula, merica dan air. Masak hingga mengental.
Sajikan daging kemudian siram dengan saus asam manisnya.

Masakan ini untuk porsi 4 orang. Dan sesungguhnya gampang. Semua masakan, Alhamdulillah bisa terselesaikan dalam 3 jam. Maklum namanya juga anak baru jadi masih suka kurang sana-sini. Tapi kata suami, maknyuuuss....

Selamat mencoba.

Wednesday, August 12, 2009

Satu Bulan

Tidak kerasa udah satu bulan di negeri orang. Hidup berdua merantau ke benua seberang. Sejauh ini lancar. Kemalesan menulis benar-bener tergantikan oleh aktifitas menjadi istri. Bikin sarapan, makanan untuk bekel, nyuci, nyetrika, bikin makan malem, dan mendengarkan cerita suami. Jalan-jalan pastinya, pengenalan sih tepatnya. Namanya juga dateng pake visa turis ya harus nya nuriss abis.

Beruntung datang di kota ini saat musim panas, meskipun di hari pertama sungguhlah bagi pendatang baru, suhu 19 derajat celcius itu, sangat tidak bersahabat. Namun kota ini sudah menggoda sejak awal.

Tiba di apartemen yang kita berdua sama-sama baru pertama kali tinggali (si mr.A juga baru pindah dari apartemen lamanya). Alhamdulillah, dapur lengkap. Mesin cuci oke. Oven dan microwave tersedia (langsung pengen bikin ayam panggang). Benar-benar pilihan suami tidak salah. Belum lagi pemandangan sunrise dan sunsetnya. I love this place.


Belanja hari pertama langsung nyari bahan dasar makanan. Beras, telur , gula dan teh. Tenang aja...di kota ini toko asia lumayan banyak. Ada toko Arab, toko Thailand dan toko China, ya dengan karakteristik masing-masing tentunya. Juga menyempatkan membeli ayam potong, pastinya yang HALAL. Ada beberapa tempat khusus untuk pemotongan daging yang halal. Toko daging di sini disbeut slaghter.

Hari-hari berikutnya matahari sudah mulai g malu-malu. Namanya musim panas, orang-orang lebih bergaya alias pakaian mini dimana-mana. Belum lagi adegan berjemur di TAMAN (inget ya TAMAN bukan PANTAI). Sungguhpun udaranya menyenangkan. Dan entah mengapa baru sekarang merasakan hangatnya mentari itu tiada duanya. Kotanya...seperti yang aku bayangkan benar-benar kota tua. Sebagian besar bangunan memang masih merupakan bangunan tua dan bangunan-bagunan baru menyesuaikan dengan arsitektur kota lamanya. Architecture in Red Bricks mereka menyebutnya. Begitu juga dengan apartemen-apartemen di penjuru kota, sebagian besar memang tampak si susunan batu bata-nya. Hanya bangunan-bangunan di wilayah Amager yang merupakan daerah dengan bangunan-bangunan beraksitektur modern.

Entah mengapa, dengan pemandangan-pemandangan yang aku lihat dari jendela kamar dan berkeliling kota, aku menyadari dari mana Hans Cristian Andersen mendapatkan ilham untuk menulis buku-bukunya. White cloud, bright and blue sky. Rasanya tempat ini benar membuatku jatuh cinta.

Selain itu, transportasinya sangat memudahkan. Metro, kereta dan bis yang selalu tepat waktu. Bis bayangkan saja. Dan pastinya kota dengan sejuta sepeda. Keberadaan jalur sepeda benar-benar memberi kenyamanan bagi para pengendara sepeda.

Dan orang Indonesia, cukup banyak. Bila dibandingkan dengan kota-kota di Jerman mungkin termasuk sedikit, tapi cukuplah untuk mengobati rasa kangen bertemu dengan rekan sebangsa. Masjid, ada dua dan besar, karena banyak sekali warga Denmark yang merupakan imigran dari Turki dan Pakistan.

Sebulan terlalui dengan seluruh berkah kemudahan dan kelapangan. Semoga Allah memberikan kelapangan dalam menjalani hari-hari berikutnya sebagai pendatang dan suami-istri. Sungguhlah nikmat yang tiada duanya mengarungi hidup berdua dengan yang dicintai dan selalu dalam lindungan-Nya. InsyaAllah, Amin.

Thursday, August 6, 2009

Sajak Seonggok Jagung

Seonggok jagung di kamar
dan seorang pemuda
yang kurang sekolahan.

Memandang jagung itu,
sang pemuda melihat ladang;
ia melihat petani;
ia melihat panen;
dan suatu hari subuh,
para wanita dengan gendongan
pergi ke pasar ………..
Dan ia juga melihat
suatu pagi hari
di dekat sumur
gadis-gadis bercanda
sambil menumbuk jagung
menjadi maisena.
Sedang di dalam dapur
tungku-tungku menyala.
Di dalam udara murni
tercium kuwe jagung

Seonggok jagung di kamar
dan seorang pemuda.
Ia siap menggarap jagung
Ia melihat kemungkinan
otak dan tangan
siap bekerja

Tetapi ini :
Seonggok jagung di kamar
dan seorang pemuda tamat SLA
Tak ada uang, tak bisa menjadi mahasiswa.
Hanya ada seonggok jagung di kamarnya.

Ia memandang jagung itu
dan ia melihat dirinya terlunta-lunta .
Ia melihat dirinya ditendang dari diskotik.
Ia melihat sepasang sepatu kenes di balik etalase.
Ia melihat saingannya naik sepeda motor.
Ia melihat nomor-nomor lotre.
Ia melihat dirinya sendiri miskin dan gagal.
Seonggok jagung di kamar
tidak menyangkut pada akal,
tidak akan menolongnya.

Seonggok jagung di kamar
tak akan menolong seorang pemuda
yang pandangan hidupnya berasal dari buku,
dan tidak dari kehidupan.
Yang tidak terlatih dalam metode,
dan hanya penuh hafalan kesimpulan,
yang hanya terlatih sebagai pemakai,
tetapi kurang latihan bebas berkarya.
Pendidikan telah memisahkannya dari kehidupan.

Aku bertanya :
Apakah gunanya pendidikan
bila hanya akan membuat seseorang menjadi asing
di tengah kenyataan persoalannya ?
Apakah gunanya pendidikan
bila hanya mendorong seseorang
menjadi layang-layang di ibukota
kikuk pulang ke daerahnya ?
Apakah gunanya seseorang
belajat filsafat, sastra, teknologi, ilmu kedokteran,
atau apa saja,
bila pada akhirnya,
ketika ia pulang ke daerahnya, lalu berkata :
Di sini aku merasa asing dan sepi !

TIM, 12 Juli 1975
Potret Pembangunan dalam Puisi

Mengenang sastrawan dan budayawan W.S Rendra (1935-2009)

Sunday, June 7, 2009

Last WEEK of being SINGLE

.....and i'm too tired to write down anything.
& tomorrow still a lot of things to do...

Wednesday, June 3, 2009

Oh Tuhan..

Seharian ga nonton tv karena muter-muter Jakarta ngurusin undangan, membuat kehilangan beratus-ratus berita penting. Not to mention Manohara (what ever) case but the Bu Prita Mulya Sari.

Astaghfirullah...dia itu komplain tentang pelayanan rumah sakit swasta di Tangerang, RS. Omni tepatnya, karena salah diagnosa dan akhirnya malah menyebabkan kondisi si ibu memburuk. Malah sempet rawat inap dan diberi macam-macam tindakan medis. Ini bukan masalah uangnya, tapi masalah jiwa manusia. Dan sekarang bu Prita ini ditahan oleh kepolisian Tangerang dengan tuduhan MENCEMARKAN NAMA BAIK.....what the h**l?! Surat pembacanya ada di sini, komplainnya juga jelas dan tidak mencemarkan nama baik, tapi karena adanya UU ITE yang baru disahkan dan entah bagaimana kok bisa-bisanya RS Omni main tuntut sana sini dengan tuduhan pencemaran nama baik.


Hmmm tau gitu yaaaa.....RS. Hasan Sadikin juga boleh donk dikritik dengan penggunaan dokter-dokter magang tak berpengelaman untuk tes darah dan masang infus yang berakibat tangan bengkak dan biru, atau RS. Santo Borromeus Bandung yang menyilahkan saya ngantri di poliklinik padahal kondisi panas badan 39 derajat.

jadi dimana hak Konsumen...? sekalinya memakai hak langsung direnggut kebebasannya. Polisi apa g menyelidiki dulu ya..? ato ini permainan UANG?! Apalagi...Indonesia gituuu!!!!

kita bisa dukung Ibu Prita di
Bebaskan Ibu Prita
Facebook


Monday, May 18, 2009

Last DAY of my BANDUNG day

(picture : casey o' connel)

what a melancholic rainy evening for my last day in Bandung.

after nine years stayed in this town,this should be my second hometown,
after years, the memory of love and life be memorized.
everything here has changed me, for good, for better, and for the best.
and now I can't forget the smell of foggy morning, and lightened night.

my first day in this city made me never want to leave.
and my last day will remind.

love is right words to describe this place.
with no tears I left behind.
with love I pray for the future.

with love I leave Bandung.

I love you...
for all people I love,
for friendship I ever had,
for big spirit I always get,

with love,
winD

38880 minutes to go

rasanya...jantung ini berdetak semakin kencang membayangkan dalam beberapa ribu menit lagi diriku menjadi istri....miss you much mr.A. tak sabar menunggu pesawatmu tiba di Jakarta.

Wednesday, May 6, 2009

my wedding gown

akhirnya...baju kebaya resepsi yang aku idamkan sudah tampak wujudnya. Senang sekali. InsyaAllah segala daya dan upaya dimudahkan bila niatnya baik. Ketemu ama si desaigner yang merupakan temennya tanteku,dan dia langsung menegrti sekali selera ku. selera warnaku dan baju yang aku inginkan.

Awalnya aku pengen modelnya yang gaun gamis gitu, cuma mama ga begitu suka, kurang nJawa. Begitu juga pas aku usulin make baju Jawa yang sangat klasik beludru gitu, mama bilang 'agak kuno'. Akhirnya kembali ke pilihan awal kebaya dengan warna biru yang lembut dan krem. Mencari-cari bahan di Mayestik, menemukan tile perancis yang warnanya pas banget, dengan bunga yang sulur-sulurnya oke banget. Dan langsung di desainin ama Mbak Fitri dari butik Raksukan Sae.

(Gambar desain ini dikasih ke aku untuk disimpen dan dipigurain, makasih ya mbak.)

Aku memang milih mbak Fitri ini jadi desaigner bajuku, karena aku percaya ama desainnya selama ini. Sempet ke Riny Suwardi dan Anne Avantie, selain harga, tampaknya aku memang suka ama desainnya yang simpel tapi tetap berasa mewah.


Tadi pagi, udah liat dari foto yang dikirimkan. I love it much. Semoga Allah memudahkan segala prosesnya, dan segala yang dimulai dengan keindahan InsyaAllah yang hasilnya indah. Amiin

Tuesday, May 5, 2009

mencoba POLAdroid

dari Anggun nih...senang deh akhirnya punya juga sih Polaroid frame (unduh di sini) ini. yippppieeeeee....

matahari terbit di P.Umang