Showing posts with label opini. Show all posts
Showing posts with label opini. Show all posts

Thursday, February 18, 2010

Opini...oh..pini

Sejak tinggal jauh dari Indonesia, konsumsi saya pada berita-berita di Indonesia memang berkurang. Sumber berita lebih banyak saya dapatkan dari surat kabar online, atau situs berita. Dan hanya sesekali menyambangi siaran televisi streamline. Dan tidak jarang mengandalkan pada timeline twitter. Padahal, beberapa bulan terakhir ini, berita-berita di Indonesia sedang panas-panasnya. Segala masalah rasanya jadi sorotan media. Dari masalah korupsi sampai masalah pacaran via FB.

Kadang saya menunggu hingga satu berita menjadi stabil, karena kalau dilihat, berita di surat kabar online, berkembang sangat dinamis, dan seringkali (menurut saya) tanpa fakta. Inilah yang membuat saya jadi lebih berpikir. Karena ketidak terlalu seringannya saya membaca berita ini membuat saya merasa bahwa seringkali berita-berita di media massa ini seperti menggiring opini pembacanya pada satu tendensi. Yang entah tendensi itu baik atau buruk atau bahkan abu-abu tidak jelas.

Dalam pikiran saya, mungkin memang ada upaya penggiringan pada satu opini, namun pasti pihak surat kabar atau televisi punya pemikiran bahwa pembaca dan pemirsanya adalah manusia yang cukup cerdas untuk menganalisa berita dan kemudia bisa memeberikan penilaian sendiri pada berita itu. Namun saya pikir tidak semua orang akan berpikir sangat cerdas membaca sebuah berita.Sebagian besar menelan berita itu mentah-mentah dan sebagian lagi mungkin tidak peduli.

Tapi, tetap saja menggiring opini orang ke satu titik sungguh bukan pilihan yang baik bagi media. Di mata saya, M***oTV seperti sangat Kuning tapi tidak sangat AB,TVO** sangat AB, K****S tidak objektif dalam menilai pemerintahan yang sekarang. In my humble opinion.

Yang saya rasakan adalah, kadang saya merasa mendapat informasi yang sangat tidak jujur,dilebih-lebihkan dan kurang fakta, hanya mungkin untuk kepentingan rating atau membuat opini di masyarakat. Padahal, tanpa disadari, sebagai orang awam, kita sangat haus informasi yang cerdas, dan bermutu yang disajikan dengan bukti-bukti yang akurat, dan tanpa menutupi fakta yang ada. 

Dan, media jejaring sosial pun saya pikir ternyata punya kecenderungan yang sama untuk membentuk opini bagi para penggunanya.Statement-statement pribadi menjadi konsumsi publik, tak jarang memang ditelan mentah-mentah tanpa sempat disikapi secara bijak. 

Memang semua bergantung pada pribadi masing-masing untuk mencerna berita, memilah yang baik dan menyikapi dengan penuh pertimbangan. Namun rasanya media juga punya kewajiban untuk menjadi penyedia informasi yang tidak cuma informatif namun juga edukatif dengan menyediakan berita yang benar. Sehingga informasi tidak cuma menjadi fungsi pribadi tapi juga menjadi fungsi sosial. 

Mungkin ini pertanda sudah terlalu lelah membaca headline berita yang kadang judulnya saja membuat saya berpikir apa memang cuma sekedar kebutuhan diklik oleh pembacanya yang membuat judulnya menjadi sangat tidak bermutu.Atau memang sebenarnya kondisi di Indonesia memang sehingar-bingar judul beritanya ya?!

Wednesday, February 3, 2010

Konser

jujur saja, gwe bukan banci konser musik. Mungkin cenderung menghindari hingar bingarnya. Gwe malas bersama ratusan orang di satu tempat yang sama. Bukan phobia, cuma tidak nyaman. Kalau menonton konser gratis yang dulu sering dikampus pernah kali ya, cuma g berdiri di barisan paling depan, cuma penikmat dari barisan belakang. Satu-satunya konser musik yang saya tonton dengan membayar adalah KoC, musiknya g hingar bingar dan saya nge-fans berat,jadi saya relakan membayar dan menjadi bagian dari keramaian.


Menurut gwe, menonton konser musik itu adalah selera, dan dipilih. Karena kan semua jenis musik juga cocok ditelinga. Jadi gwe memang sangat pilih-pilih. Dan gwe sedikit ajaib, kalau ada orang yang g tau ini lagunya apa, jenis musiknya gimana, si penyanyi nya siapa, tapi untuk mengikuti trend, -apalagi kalau grup musiknya jarang ke Indonesia-, ikut-ikutan nonton. Ya emang terserah-serah dia sih, cuma apa g punya selera,pikir gwe ya.

Terlepas dari masalah selera, menurut mr.A, pergi ke konser itu bisa merupakan bagian dari hiburan, seperti ntn bioskop aja. Belum tentu kan pergi ke bioskop untuk ntn film yang tau siapa sutradaranya,pemaiinya atau genrenya, yang penting adalah pergi ke bioskop, bersama teman-teman dan untuk hiburan. Intinya di mencari hiburannya, mungkin ada yang pilih-pilih, tapi orang yang melihat konser musik sebagai hiburan,dan sarana gaul bersama teman juga g mesti suka si penyanyi kan juga ada.

Oh..oh...begitukah?!


*missed the KoC and Imogen Heap play in CPH

Thursday, October 15, 2009

Twitter oh twitter...

lama banget g nulis blog, rasanya ingin menyalahkan twitter yang memudahkan menumpahkan uneg-uneg yang suka keluar sekejap. 160 karakter ternyata cukup untuk menggambarkan isi hati, opini, ke-rese-an, bahkan hingga informasi gempa. That's why them called it MICROBLOGGING.

Tapi sebenernya, g semua bisa tersampaikan lewat twitter,tapi wahana satu ini emang ngebantu banget. Percayalah, banyak pemikiran yang kemudian terasah dengan membaca tulisan-tulisan orang lain di twitter. Opini dari isu-isu yang sedang hangat membuat analisa gwe tentang si isu makin banyak. Jujur saja, gwe jadi punya kepecayaan diri untuk nulis opini gwe melihat trend satu isu. Seperti saat isu Tari Pendet.

g ada aturan yang jelas, bagaimana harus nge-twit dan apa yang di-twit. tapi gwe suka tulisan si The Oatmeal tentang 10 Things You Need to Stop Tweeting About . Lucu aja,karena setelah dipikir-pikir, ngapain juga 'berkicau' tentang hal-hal ini.

Mulai hari ini..pengen produktif lagi menulis, not say to left the twitter, tapi lebih sering menulis, demi mengasah otak. Kapan bisa pinter kalo cuma nulis 160 karakter.

ps: I envy agn for his writing productivity, in a good way

Friday, August 21, 2009

Berhenti mengatakan itu milikmu !

Pagi yang cerah sebenernya membaca tari Pendet diklaim Malaysia di iklan pariwisata mereka. Aggghhh gemeeees berat. Pukulan telak sih untuk anak muda Indonesia. Berasa ya..sesuatu ada kalau sudah hilang. Kalau ditanya, kali yaa.., g semua anak muda Indonesia tahui, dari mana tari Pendet berasal, paling juga bilang, dari Bali, itupun kalau udah liat kostumnya atau dengar musiknya. Aggghhh, yang bikin gemes bukan Malaysia nya sih, mereka itu astute, nah kitanya GA AWARE. Klop dah !

Coba aja, harusnya kalau isunya gini, Putri Indonesia yang katanya lagi mengharumkan nama Indonesia di kancah per
Miss Universe-an a.k.a dunia, menampilkan tari Pendet donk, kan dia yang jadi ujung tombak Indonesia hari ini. Pasti ngaruh besar. Jangan cuma pake kostum Srikandi. Atau....jangan-jangan dia ga tau tari Pendet dari mana??

Kali memang seharusnya, kesenian dan kebudayaan kembali menjadi salah satu mata pelajaran wajib di sekolah. Ga cuma teori juga praktek. Tarian-tarian khas daerah diajarkan dan alat-alat musik tradisional diperkenalkan dan terampil memainkannya. Jangan cuma punya-punya aja tapi ga bisa dan ga kenal. Apa bedanya kita ama Malaysia..kita juga ngaku-ngaku punya, tapi apa bisa memainkan dan menarikannya??

Dari kejauhan memang seringkali kita bisa memandang permasalahan dari sudut yang berbeda. Kesal memang melihat Malaysia berbuat begitu, cuma masalahnya, kita orang Indonesia memang belum sigap dan siap membungkus keindahan alam kita untuk dipamerkan. Kita juga masih lebih suka jalan-jalan ke Malaysia dibandingkan ke P. Karimun, alasannya kadang klise, lebih murah transportasinya, yang pesawat yang satu lagi harus panas-panasan, lah gimana? coba? Harus diakui, Malaysia memang membungkus pariwisatanya dengan baik, meskipun artifisial, mereka bungkus dengan baik, di cap semua MALAYSIA. Kita...? g toh?! Cukup sekali saya bertandang ke negri itu, itu pun karena gratis, (bahkan saya pun tak sanggup menampik tiket gratis terbang kesana......*
menghelanapas).

Ya mungkin kita, orang Indonesia, SAYA harus instropeksi diri. 8 windu waktu yang pas untuk memulai banyak hal-hal baik untuk bangsa ini (dan klaim ini,benar-benar hadiah yang MENUSUK untuk sebuah ulang tahun). Mungkin g cuma sekedar bangga dengan keindahan alam nya,tapi juga menjadi bagian dari bangsa itu sendiri, menjadi bagian dari kebudayaannya. Seperti memakai batik, kita mengakui batik milik kita, kita pakai batik. Kita akui tari Piring, tari Pendet, tari Tor-tor, tari Saman, tari Japin milik kita, ada baiknya kita mulai mempelajarinya. Bukannya mencintai sesuatu itu, membuat kita selalu ingin menjadi bagian dari yang kita cintai ya.


Membaca berita ini teringat seorang sahabat, yang juga penari dan mahasiswa yang sedang merantau untuk studi. Dia entah sudah beberapa kali menampilkan tari Pendet di daratan Eropa. Saat saya sampaikan....entah seperti apa kegeramannya sampai
messenger pun tak sanggup menampilkannya (mode lebai : nyala) karena dia baru saja menampilkan tarian ini di sebuah perayaan. Ahhhh....dunia pasti tau dari mana tari Pendet berasal. Lagian kalo tetangga ngaku-ngaku ya biar aja, asal kita juga jangan sampai cuma ngaku-ngaku.

Wednesday, August 19, 2009

Berry and other Berry

Heran banget, beberapa bulan terakhir di Indonesia,semua orang terkena serangan berry-berry. Maksudnya, semua orang tiba-tiba pake Blackberry. Entah karena butuh atau cuma sekedar gegayaan, sampe-sampe rela mengeluarkan uang jutaan cuma untuk ganti jadi si gadget satu ini. Sembari ngiri tapi juga g ingin gwe suka terheran-heran dengan orang yang mantengin si BB ini dimanapun mereka berada. Ya emang gwe g gaul, sampe-sampe g punya BB (ih amit-amit deh ber-BB [bau badan]),tapi emang ga butuh. Yang gwe lebih herannya lagi, ada yang punya per-berry-an ini cuma g ngeh ada aplikasi apa di tuh alat, tetep wee gaptek melanda.

Untungnya, di sini orang bawa hape g kayak di Indonesia. Tarif seluler dan gprs mahal. Mau internet bisa masang di apartemen dan murah. Dan lihatlah...g ada gadget canggih gentayangan, yang ada malah hape-hape jadul yang kalo di Indonesia udah di buang entah kemana. Karena yang penting bisa nelpon ama SMS. Twitter ama FB bisa nunggu lah..sekedar informasi disini juga musim blackberry, blueberry dan strawberry cuma dijual dalam bentuk segar...


dan menemukan ini via The Karimuddin. Meet The Introverts, comic strips. Kocak sekali dan jatuh cinta pada episode pertama.

Wednesday, June 3, 2009

Oh Tuhan..

Seharian ga nonton tv karena muter-muter Jakarta ngurusin undangan, membuat kehilangan beratus-ratus berita penting. Not to mention Manohara (what ever) case but the Bu Prita Mulya Sari.

Astaghfirullah...dia itu komplain tentang pelayanan rumah sakit swasta di Tangerang, RS. Omni tepatnya, karena salah diagnosa dan akhirnya malah menyebabkan kondisi si ibu memburuk. Malah sempet rawat inap dan diberi macam-macam tindakan medis. Ini bukan masalah uangnya, tapi masalah jiwa manusia. Dan sekarang bu Prita ini ditahan oleh kepolisian Tangerang dengan tuduhan MENCEMARKAN NAMA BAIK.....what the h**l?! Surat pembacanya ada di sini, komplainnya juga jelas dan tidak mencemarkan nama baik, tapi karena adanya UU ITE yang baru disahkan dan entah bagaimana kok bisa-bisanya RS Omni main tuntut sana sini dengan tuduhan pencemaran nama baik.


Hmmm tau gitu yaaaa.....RS. Hasan Sadikin juga boleh donk dikritik dengan penggunaan dokter-dokter magang tak berpengelaman untuk tes darah dan masang infus yang berakibat tangan bengkak dan biru, atau RS. Santo Borromeus Bandung yang menyilahkan saya ngantri di poliklinik padahal kondisi panas badan 39 derajat.

jadi dimana hak Konsumen...? sekalinya memakai hak langsung direnggut kebebasannya. Polisi apa g menyelidiki dulu ya..? ato ini permainan UANG?! Apalagi...Indonesia gituuu!!!!

kita bisa dukung Ibu Prita di
Bebaskan Ibu Prita
Facebook


Wednesday, April 8, 2009

090409

beberapa hari yang lalu gwe baca kenapa kok pemilu di Amerika Serikat diadakannya pada Selasa minggu kedua. Alasannya sangat bagus, yaitu komposisi warga AS didominasi para petani (pada masa pemilu-pemilu awal). Karena itu, politisi AS menilai bahwa bulan November adalah bulan paling senggang bagi para petani untuk beramai-ramai memberikan suara (lebih lengkap baca di sini). lalu kenapa pemilu kita tanggal 9 April ya?

kalau dilihat, itu hari Kamis, sebuah tengah minggu. dan biasanya kalau begini,hari Jumatnya bakal ikut diliburin, dan memang kali ini bersamaan dengan perayaan Jumat Agung untuk perayaan Paskah. jadilah libur. Oke menurut opini gwe, mengapa dipilih Kamis tanggal 9 April adalah karena mayoritas dari penduduk kita bekerja sebagai pendatang (imigran) di kota-kota besar (termasuk mahasiswa yang kuliah di luar kota), dan biasanya masih memiliki Kartu Tanda Penduduk di daerah asalnya, sehingga mengharuskan mereka memilih di daerah asal. Untuk memaksimalkan mudik kecil ini, maka dipilihlah hari Kamis, sehingga menurut logikanya,tidak mengurangi produktifitas kerja. Sehingga bila Jumat diliburkan, masih memungkinkan. Bukan begitu?

Ya..semoga saja kesempatan libur pulang kampung ini benar-benar dijadiin momen untuk MEMILIH, bukan sekedar mudik.

Ngomong-ngomong MILIH...selamat milih ya...selamat nyontreng. Meskipun bingung...MILIH ya...kalo g milih lebih g oke. gwe malah deg-deg an berat,karena bsok bakal milih untuk GWE dan orang lain. ya gwe percaya, pilihan gwe bakal NGARUH banget untuk kelangsungan hidup bangsa ini. Meskipun bingung...HIDUP memang tentang MEMILIH kan?! jadi besok HARUS MILIH!!!!

SELAMAT NYONTRENG yaaaaaa...!!!

Info Daftar Caleg
KPU
Analisa Profil Partai Besar (via Mbak Rani)
Litsus Caleg

Wednesday, March 25, 2009

girls in fashion

habis nemenin sepupuku untuk pemotrtan awal menjadi model di sebuah majalah remaja. beneran gadis-gadis yang ingin menjadi model, ditemani para ibu yang tampak antusias memamerkan kecantikan putrinya. dengan (harus) tank top dan celana pendek hitam,kakinya tampak panjang dan kurus (memandangi kaki yang tampak seperti pemain anggar..g tau kan kayak apa??) ...wuiiih. pas pada keluar, pasti dengan dandanan, meski tipis dan hanya untuk keperluan pemotretan, menurut gwe...so much for 16 year old girl, beberapa memang lebih tua, tapi karena si dandanan..makin aja keliatan tua...bahkan dari gwe gituuu..

oh semoga gadis-gadis ini ga cuma diambil cantiknya dan bukan potensi kreatifitas yang sebenernya....jangan sampeeee nanti salah sebut Indonesia is a beautiful city yah...oke sepupu...?!

I want to be rich and I want lots of money
I don't care about clever I don't care about funny
I want loads of clothes and fuckloads of diamonds
I heard people die while they are trying to find them
> Lilly Allen - The Fear <

Thursday, March 12, 2009

the hidden one

tersembunyi, terlupakan, lalu tergerus waktu dan kapitalisme.

(gedung Panti Karya, jalan Merdeka)

Tuesday, March 10, 2009

yang tersisa dari pameran

beberapa minggu lalu,gwe memutuskan untuk mendatangi dua pameran sekaligus. yang pertama PAMERAN 8th Islamic Book Fair 1430/2009 , lalu FOCUS Mega Bazaar Computer & JAVE. dan selain keramaian..maka yang tertinggal dari hajat ini adalah....

(lokasi : FOCUS Mega Bazaar Computer & JAVE)

SAMPAH BROSUR !!!!!!

mungkin strategi pemasaran dengan brosur harus sudah mulai ditinjau ulang.meskipunkertas lebih mudah meluruh, namun dalam produksinya,kertas dihasilkan dari bubur kertas olahan dari 5 pohon besar. Dan limbahh pulp kertas ini masih tidak ditangani dengan baik khususnya di Indonesia. Jadi...mana nih strategi marketing yang disebut HIJAU?

orang lalu lalang

dan benci keramaaaaiiiaaaann...

ya beneran gwe benci sebenernya keramaian macam pameran, konser, dan
mall. ya sebut aja gwe aneh...cuma itu emang keadaannya. gwe benci karena banyak sekali orang. kenapa? karena gwe suka sekali memperhatikan orang, jadi kalau ramai, gwe akan memperhatikan semua orang yang lalu lalang di hadapan gwe, dan akibatnya mata gwe capek, berkunang-kunang dan akhirnya pusing. karena itu gwe maleeeeesss banget kalo ke mall hari sabtu malam ato minggu...rame!

pertama kali nonton konser, adalah Kings Of Convinience, ga begitu rame, orang-orang g sliwer sana sini dan g mendadak jingkrak-jingkrak, membuat gwe merasa nyaman. tapi...konser kedua yang gwe rencanakan...COLDPLAY...gimana g bakal banyak manusiaaaaaa.......?!

lalu...pameran...gwe selalu merasa bingung dengan pameran. udah penuh...mana bisa milih2 barang dengan orang berjubel-jubel begitu?! biasanya cuma bakal bertahan 1 jam..trus nyerah milih nunggu di pintu masuk dengan satu benda yang kadang terbeli karena g mau merasa buang-buang tenaga. blom lagi suara manusia di pengeras suara menawarkan barang murah terus menerus bercampur dengan sapaan " silahkan kakak.." dan musik yang dipasang mencoba menghibur pengunjung, betapa hingar bingarnya lah sebuah pameran...ckckckckckckck...

(keramaian di FOCUS Mega Bazaar Computer & JAVE)

tapi, gwe g benci Pasar tradisional. pandangan mata gwe teralihkan oleh warna-warni sayuran, daging merah yang tergantung, orang memarut kelapa, ikan-ikan segar, lalu yang pasti karung kacang-kacangan dan beras (gwe sukaaaaa banget masukin tangan ke kacang hijau atau beras..like amelie do). begitu juga dengan supermarket yang serba rapih. gwe suka saat melihat si barang-barang tersusun berdasarkan warna...lalu jenis. kata orang,itu pertanda perfeksionis, kata gwe sih...suka pada kerapihan aja...(hahahahahhaha denied)

dan...di lab yang mengungkung ini, seringkali jadi sasaran kericuhan dari alam luarnya, saat wisuda dengan musik-musik yang beraneka ragam, atau teriakan-teriakan anak-anak yang lagi orientasi (atau malah dis-orientasi). yang terakhir adalah Dies Emas 50 tahun ITB. emang sih...suaranya g kedengeran sampai lab...cuma...keramaian di halaman depan ITB membuat gwe males kalau harus melintas. menyempatkan diri memotret beberapa karya seni yang jadi pajangan di acara ini.

masih banyak sih sebenernya site-site seni yang lain. tapi sayangnya..siang itu sudah lelah sekali dan keramaian membuat mata kembali g bersahabat.

tapi...kan si acara ini penuh kemeriahan dan kemewahan dengan sumbangan 25 MILYAR dari 2 pengusaha terkenal alumni ITB yang kemudian namanya di abadikan sebagai nama gedung di ITB kok g ada ya...satu pertanda yang menunjukkan perjalanan OSPEK ITB selama 50 tahun?! bukannya sangat mengukir sejarah ya? sama seperti normalisasi kampus, atau kedatangan Soekarno? kenapa g dibuat aja monumennya, kayak monumen Tianamen untuk kematian mahasiswa di peristiwa lapangan Tianamen, atau tugu peringatan untuk korban G30S/PKI. kenapa ya...? toh kan ini mungkin bisa jadi peringatan untuk semua orang, bahwa kelalaian bisa menyebabkan tragedi-tragedi yang tak pernah dipikirkan. huffff....apa memang tidak penting ya...? apa memang tidak ingin melukai lebih banyak orang...? hmmm...gwe masih bertanya-tanya...di balik pesta emas ini, pasti panjang kenangan akan kehilangan teman seperjuangan.

yah...mungkin memang keramaian lah yang menghibur jiwa-jiwa yang sunyi yang ingin menikmati pertemuan dengan personal lain dan tersenyum.

sampai bertemu di sebuah keramaian....

Friday, January 30, 2009

BNN...kakaknya CNN....

btw...BNN atau Badan Narkotika Nasional itu tujuannya kan untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba (dan tujuan-tujuan lainnya yang agak rumit bahasanya bisa dibaca di sini), kenapa kok namanya Badan Narkotika Nasional...bukan Badan Anti-Narkotika Nasional ya??? yaaa...yang dalam kepala gwe kalo BNN maka yang ada adalah badan yang mengatur peredaran narkotika di Indonesia, artinya barang-barang narkotika itu ada dan diatur keberadaannya. Aneh kan?! Apa tata bahasanya yang gwe ga ngerti...

emang bahasannya telat, secara nih badan udah berdiri sejak kapan..tapi ya sejak berdiri itu gwe g ngerti kenapa namanya ini..atau sebenarnya...memang tujuan utamanya...mengatur peredaran narkoba di Indonesia secara 'terselubung'...(yaaaaa...nuduh....)

Sunday, January 18, 2009

Astaghfirullah

tadi gwe nonton acara di TransTv, me VS my Mom. acara ini bener2 s*#k!!! gimana ngga, si kontestan yah, namannya...Kiki Farel (who the hell is he?) bisa-bisanya ngemaksa si ibunya makanan yang ibunya g suka, sampe dijejel-jejel ke mulutnya sambil si pembawa acaranya Ruben Onsu megangin tangannya. ihhh...barbar abis...itu nyokapnya gitu. ga habis pikir gwe, nih acara ga guna. se 'cuma' menghibur-hiburnya acara ini menurut gwe tetep g pantes. bikin pengen nangis, kok bisa sama ibunya dia berlaku kayak gitu, ketawa-ketawa lagi?!

gimana mau membentuk anak Indonesia yang berbudi luhur, menghormati orang tua dan berakhlakul karimah, isi acara televisinya ga bermoral gini. gwe yakin banyak sih yang ga bermoral lainnya, ini cuma salah satunya...sayangnya yang lainnya gwe ga pernah ntn, ga punya tv di kosan, jadi g bisa komen

Sunday, December 14, 2008

TURUN kan tarif angkutan!!!!

Saat premium naik Rp 1000, hari pertama kenaikkan BBM, gwe harus bayar angkot dengan taris dua kali lipat dari biasanya. dari tempat yang sama biasanya gwe naik, dan turun ditempat yang sama dengan hari sebelumnya, biasanya Rp 1500 dan malam itu harus bayar Rp 3000. Oke lah, malam itu emang sedikit kacau dengan belum keluarnya keputusan organda. Keesokan harinya, ada pernyataan resmi, tarif angkutan umum naik Rp 500. tapi gwe dah terlanjur benci berat, sampe-sampe rela-relain ga naik angkot dan milih jalan kaki karena ego gwe terluka, meskipun setelah itu ya mau tidak mau, harus pake ngkot lagi. tapi paling ga, ga bakal merasa dirampok lagi ama supir angkot.
Besok, Senin (15/12) pemerintah akan menurunkan lagi tarif premium menjadi Rp 5000, setelah pada 1 Desember lalu turun Rp 500. pada saat turun pertama kali...tarif angkutan HANYA turun Rp 100!!!! dengan alasan pada saat ini harga onderdil mobil sudah sangat mahal dan para supir angkutan membutuhkan dana untuk perawatan. nah kalau besok premium sudah kembali ke harga semula, akankah tarif angkutan akan turun Rp 500??????
semoga saja...semoga saja...amiiin

Babakan Siliwangi...apa kabar sih?!

katanya Babakan Siliwangi mau jadi mall yah?
katanya PEMKOT Bandung dah setuju?
trus apa yang diributin yah...?
kan orang Bandung sendiri yang pilih pemimpin Kota nya a.k.a walikota nya...?
trus....emang g amikir apa ya pas milih si walikota yang sekarang?
kalo ga ada ijin dari dia ga mungkinlah ada ijin PEMerintah KOTa tentang 'pengembangan' wilayah babakan siliwangi?!


jadi...kalo orang Bandung pada ribut gara-gara babakan siliwangi mau dijadiin mall yang notabene atas ijin walikota terpilih yang diperiode sebelumnya tidak berhasil-berhasil amat, jadi aneh tahu?! kan orang Bandung yang milih tuh walikota.

jangan-jangan...
yang peduli ama Babakan Siliwangi = yang ga milih si walikota sekarang di pilkada walikota Bandung kemaren
yang GA peduli ama Babakan Siliwangi = yang milih si walikota sekarang di pilkada walikota Bandung kemaren

berarti banyakan yang ga peduli....dan banyakan yang ga mikir kok milih walikota itu lagi...

Saturday, December 13, 2008

Go Green.....

eh go green dari langit..

sekarang gwe yakin kalo ANAK ITB tuh sepenuhnya g mendukung gerakan anti pemanasan global (yuuugh...i hate to say these words). gimana ga?

liat tuh di parkiran depan, parkiran belakang, sabuga....SATU MOBIL UNTUK SATU ORANG..apanya yang menghemat emisi...OMONG KOSONG!!!

motor tuh...beratus-ratus....halah dari mana bagian dunia ANAK ITB mau mendukung gerakan naik sepeda ato jalan kaki...kosan di cisitu lo naik motor....padahal ada angkutan umum....

ajaib gwe...udahlah ga usah pake kampanye anti pemakaian tas plastik....kampanye aja pengurangan jumlah kendaraan pribadi ke kampus ITB.....plastik berapa tahun sih baru ngerusuhin alam...CO2 tuh berkeliaran keluar masuk paru-paru dibiar-biarin....

hayoo siapa yang ngerusak lingkungan dengan make motor dan mobil sendirian....?! ANAK ITB!

yang efisien lah make mobilnya...misalnya muatan untuk 4 orang, isi penuh donk 4 orang, ga usah empat-empatnya bawa mobil, apalagi kalo satu kosan, satu daerah, kelewatan rumahnya.apa salahnya...?!kalo naik motor bisa berdua, apa salahnya bawa helm dua biar bisa nebengin temen, syukur-syukur bisa sekalian PDKT.

ga habis pikir gwe...sok-sok an peduli pemanasan global (uuugggghhh again...), kok ya gaya hidup masih gaya penghasil emisi...malu donk.

eh...emang ANAK ITB peduli ama ginian....ga yakin gwe....!

ps: gwe sangat berterima kasih kepada ANAK-ANAK ITB yang mau menggunakan jasa angkutan umum, rajin jalan kaki dan menggunakan sepeda dengan aman. semoga bisa menjadi contoh yang baik bagi teman-teman ITB lain yang biasa pake FREON sendirian di dalem mobilnya. dan gwe orang yang males ngomongin pemanasan global apalah itu...habisnya baunya ekonomi, politik dan budaya...mana isu lingkungannya?!

Tuesday, September 2, 2008

Semangat Kemerdekaan



emang udah basi...tapi masih jadi uneg-uneg...

ini tentang tanggal 16 Agustus 2008, gwe nonton pertandingan final ganda campuran Olimpiade Beijing antara pasangan Indonesia, Markis Kido dan Hendra Setiawan, melawan pasangan Cina, Fu Heifeng dan Cai Yun. Gila...itu pertandingan dramatis banget. a real match! sampe sesenggukan pas mereka akhirnya menang. udah aja rumah rame banget, kayaknya ngalahin suara orang Indonesia di Beijing University of Gymnasium juga. Keren banget...entah itu demi bangsa atau hanya demi kebanggan diri. Yang pasti, medali emas yang mereka dapet adalah hadiah besar untuk Indonesia yang keesokan harinya berulang tahun ke - 63.

Ironisnya, tayangan pertandingan itu hanya ditayangkan di TVRI (thanks to TVRI), sedangkan 8 stasiun TV lainnya berencana menayangkan sebuah film sejarah 16 AGUSTUS secara serentak. tadinya menunggu, namun tak kunjung tampil di salah satu stasiun TV pun.

yang mau gwe tanggepin...kayaknya cukuplah sudah kita terbenam pada euforia masa lalu. film sejarah dan kebesaran bangsa ini hanya membuat bangsa ini tenggelam pada kejayaan masa lalu dan tidak merasa butuh menyaingi kejayaan masa lalu...lalu...untuk apa? buku-buku sejarah rasanya tidak berhasil membuka sisi ke-nasionalisme-an anak muda sekarang, tidak kemudian menumbuhkan semangat mengubah bangsa.

yang dibutuhkan adalah sebuah kerja keras macam Markis dan Setiawan yang mengharumkan nama Indonesia, atau para peraih Medali Emas Olimpiade Fisika atau mereka orang-orang Indonesia yang karya nyatanya membumi dan membawa Indonesia pada kejayaan masa depan.

gwe yakin, banyak sekali anak muda Indonesia yang kini sedang merintis kejayaan diri dan bangsa. Yakin seyakin-yakinnya, meski terbersit ketidakyakinan pada mereka yang hanya sekedar menghirup udara Indonesia, meneguk air dari bumi Indonesia lalu pada mereka yang diam-diam mencuri kekayaan Indonesia.

teringat tulisan dalam National Geographic Indonesia edisi agustus, tulisan Beverley M Bowie, 'Sang Raksasa Muda', yang sebelumnya sudah dimuat dalam NG edisi tahun1955. Tulisannya mengenai kehidupan Indonesia di tahun 1950 itu benar-benar kontras dengan kondisi saat ini.
“..mereka paham, bahwa kemerdekaan saja tak cukup sebagai solusi.”
see? g cukup cuma merdeka dari kolonialisme, toh sekarang kita justru tidak merdeka dari kemiskinan, kejahatan, dari kebodohan dan dari keterbelakangan. makanya gwe pikir cukup sudah tenggelam pada masa lalu, saatnya menjadikan momentum masa lalu menjadi pemicu untuk membuat perubahan besar di Indonesia.


lalu di akhir tulisannya Bowie dia menulis
“..semoga nasib baik menyertaimu di sini! Saya berharap mereka akan memperolehnya”

iya, kita masih punya nasib baik. buang jauh-jauh keinginan merusak bangsa ini.tumbuhkan semangat merubah bangsa ini.

Harapan bangsa ini ada di tangan kita anak muda. Dirgahayu Indonesia. Menuju Jayamu selalu.

Wednesday, July 16, 2008

emang harus begini ya?

emang segininya yah psikologi berita itu. harus sangat kontras untuk menggugah.
kenapa mesti dijadiin satu halaman ya?

apa biar orang yang mau beli kondominium inget kalo ada orang yang g punya rumah?
atau...
orang yang baca dan g mau beli alias cuma penikmat iklan merasa empati dengan yang digusur?
atau...
malah iklan untuk orang yang digusur biar beli kondominium di negri tetangga?


emang harus gini ya?

Thursday, July 10, 2008

do you know where your heart is ?

kepikir menulis ini karena Widy menulis tentang "posisi cinta".
Di kepala ini bergulir pertanyaan lain.. dimana letak 'hati' sebenarnya?
apakah semua orang punya hati?
apakah 'hati' ini telah bekerja dengan benar...?

Do you know where your heart is?
Do you think you can find it?

Astaga, Satu Keluarga Tewas Dibantai
Sabtu, 5 Juli 2008 | 06:57 WIB
Laporan wartawan Kompas, Cokorda Yudistira

BEKASI, SABTU - Satu keluarga yang terdiri dari suami, istri, dan seorang anak perempuan, ditemukan terbunuh di dalam rumah mereka, Jumat (4/7) petang. Polisi menahan seorang pemuda yang ditemukan terluka dan tak sadarkan diri di rumah keluarga itu.
Peristiwa mengejutkan itu terjadi di Kampung Utan RT 003 RW 02, Kelurahan Jakasetia, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Korban tewas adalah Heru Cahyo (52), salesman peralatan elektronik, dan istrinya, Tati (40), serta anak perempuannya, Nada (11).
Heru ditemukan tergeletak di depan kamar mandi sementara Tati dan Nada ditemukan di dalam kamar mandi. Terbunuhnya Heru, Tati, dan Nada diketahui warga setempat setelah Teguh Santoso, putra tertua Heru, pulang ke rumahnya.
.............

Datang Sudah Siapkan Pisau
Minggu, 6 Juli 2008 | 06:17 WIB

BEKASI - Aksi sadis Tri Widyo tersebut dilakukannya lantaran keluarga Tri sedang dilanda masalah ekonomi. Tri yang selama ini tinggal bersama keluarganya di Perumahan Coca-Cola, Jalan Cemara I Blok A 6/01 RT 01/02, Jakasetia, Bekasi Selatan, mengaku menumpang tinggal di rumah Teguh karena keluarganya terlilit utang pada Bank. Karena tidak nyaman tinggal di rumahnya ia memilih untuk menumpang di rumah Teguh.
Kepala Polrestro Bekasi Kompol Mas Guntur Laupe menduga aksi pembunuhan sudah direncanakan tersangka. Dugaan Mas Guntur mengemuka karena berdasarkan keterangan Teguh sendiri, sejak pertama datang ke rumahnya, Tri sudah membawa sebilah pisau. Tri beralasan bahwa pisau itu untuk menjaga diri.
"Tri dan Teguh adalah kawan akrab. Mereka sering bergantian menginap. Dia dijerat Pasal 338 tentang Pembunuhan dan Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana," ujar Mas Guntur.
Sejauh ini, kata Mas Guntur, motif lain, seperti menguasai harta keluarga Heru, tidak terbukti karena tidak ada harta benda milik keluarga Heru yang hilang atau diacak-acak. "Kami meminta bantuan kepada Puslabfor Polda dan Mabes Polri untuk memeriksa secara detail kondisi korban dan tempat kejadian," ujar Mas Guntur


Or did you trade it for something, somewhere ?

Amin Minta Bonus "Barang Bagus"
Senin, 7 Juli 2008 | 15:56 WIB

JAKARTA, SENIN - Permintaan "bonus" perempuan ternyata sering mengalir dari mulut anggota DPR Al Amin Nur Nasution yang menjadi tersangka kasus korupsi alih fungsi hutan lindung di Bintan, Kepulauan Riau.

Permintaan "bonus" perempuan sering dikemukakan Amin kepada Sekretaris Daerah Bintan Azirwan. Hal tersebut terungkap dalam rekaman pembicaraan antara Amin dan Azirwan yang diputar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (7/7).
Pembicaraan itu adalah hasil penyadapan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi. Azirwan kini menjadi terdakwa kasus korupsi alih fungsi hutan lindung di Bintan.
Berikut ini rekaman pembicaraan soal "bonus" yang diminta Amin.
"Kita siapkanlah untuk Bapak," ujar Azirwan.
"Iya carikanlah," timpal Al Amin.
"Kalau yang aku kenal bosnya sih bagus," tutur Azirwan.
"Kayak yang tadi malam itu bagus. Jangan kayak yang baju putih. Ga bagus itu," pinta Amin.


Sidang Perkara Korupsi Raskin Diwarnai Demo

Tangerang, Pelita
Kasus dugaan penyimpangan penyaluran beras untuk rakyat miskin (Raskin) yang merugikan negara sekitar Rp780 juta mulai disidangkan di PN Tangerang, Senin (23/6). Puluhan warga Kecamatan Sukadiri Tangerang, mendatangi gedung PN Tangerang, meminta agar majelis hakim menghukum berat para terdakwa.

Camat Sukadiri Dr H Lizia Sobandi, penanggungjawab tim koordinasi penyaluran raskin, mantan Kasis Kesos Kecamatan Sukadiri Drs Dulgani, ketua tim raskin, Kasi Kesos Kecamatan Sukadiri Badri Gatot Santoso, yang disidangkan terpisah diketuai majelis hakim Ny Retno, Ismail dan Masrudin Chaniago, anggota. Sementara, Muhlis bin Marjuk serta Anton Mulyadi (penadah) diketuai majelis hakim Ismail, Masrudin Chaniago dan Ny Retno, anggota.
Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) diketuai Rahmat Harianto SH, Sukamto SH, Ny Masni SH, Abd Rachman SH dan Fanny SH, dalam dakwaan nya menjerat terdakwa dengan pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi nomor 31 tahun 1999 juncto Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi, dengan ancaman hukuman maximal 20 tahun penjara. Disebutkan, terdakwa telah menyelewengkan beras raskin untuk Kecamatan Sukadiri Kabupaten Tangerang.
Sementara sidang berlangsung, puluhan warga yang mengatas namakan warga Kecamatan Sukadiri melancarkan aksi unjuk rasa di pintu masuk gedung PN Tangerang, dengan membentangkan poster ukuran sedang, berbunyi, adili perampok raskin seberat-beratnya. Setelah meneriakan yel yel memekak, pengunjuk rasa meninggalkan PN Tangerang, dengan tertib.

better just to have it?
[song from One Republic - Say (All I Need)]

Tuesday, June 24, 2008

is this what We need?

ini yang bangsa Indonesia butuhkan?

Mahasiswa Bakar Mobil
www.kompas.com
Selasa, 24 Juni 2008 | 18:09 WIB

JAKARTA, SELASA - Membakar ban di tengah jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (24/6) rupanya belum cukup membuat mahasiswa yang melakukan aksi di depan Kampus Universitas Katolik Atma Jaya puas. Setelah menutup jalur cepat ruas Jalan Sudirman, para mahasiswa menyandera sebuah mobil plat merah.

Saat melintasi Jalan Sudirman, mahasiswa menahan mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi B 1019 BQ tersebut, menurunkan pengemudinya dan mengamankannya merapat ke Kampus Atma Jaya. Tak puas menyandera mobil tersebut, para mahasiswa lalu menggulingkan mobil tersebut sambil menghancurkan kaca dan badan mobil tersebut menggunakan kayu dan batu.

Sebagian massa berteriak menyuruh rekan-rekannya membakar mobil tersebut. Mobil pun tersulut api. Aksi massa ini membuat warga maupun mahasiswa lainnya panik dan berhamburan lari menjauhi mobil tersebut karena takut meledak.

ini.....yang disebut mahasiswa....?
MAHA-siswa kok pikirannya sama PREMAN yah...?

are you use your brain?
are they thinking....? I don't think so.....