Wednesday, February 3, 2010

Konser

jujur saja, gwe bukan banci konser musik. Mungkin cenderung menghindari hingar bingarnya. Gwe malas bersama ratusan orang di satu tempat yang sama. Bukan phobia, cuma tidak nyaman. Kalau menonton konser gratis yang dulu sering dikampus pernah kali ya, cuma g berdiri di barisan paling depan, cuma penikmat dari barisan belakang. Satu-satunya konser musik yang saya tonton dengan membayar adalah KoC, musiknya g hingar bingar dan saya nge-fans berat,jadi saya relakan membayar dan menjadi bagian dari keramaian.


Menurut gwe, menonton konser musik itu adalah selera, dan dipilih. Karena kan semua jenis musik juga cocok ditelinga. Jadi gwe memang sangat pilih-pilih. Dan gwe sedikit ajaib, kalau ada orang yang g tau ini lagunya apa, jenis musiknya gimana, si penyanyi nya siapa, tapi untuk mengikuti trend, -apalagi kalau grup musiknya jarang ke Indonesia-, ikut-ikutan nonton. Ya emang terserah-serah dia sih, cuma apa g punya selera,pikir gwe ya.

Terlepas dari masalah selera, menurut mr.A, pergi ke konser itu bisa merupakan bagian dari hiburan, seperti ntn bioskop aja. Belum tentu kan pergi ke bioskop untuk ntn film yang tau siapa sutradaranya,pemaiinya atau genrenya, yang penting adalah pergi ke bioskop, bersama teman-teman dan untuk hiburan. Intinya di mencari hiburannya, mungkin ada yang pilih-pilih, tapi orang yang melihat konser musik sebagai hiburan,dan sarana gaul bersama teman juga g mesti suka si penyanyi kan juga ada.

Oh..oh...begitukah?!


*missed the KoC and Imogen Heap play in CPH

1 comment:

tagskie said...

hi.. just dropping by here... have a nice day! http://kantahanan.blogspot.com/