Showing posts with label copenhagen. Show all posts
Showing posts with label copenhagen. Show all posts

Thursday, May 12, 2011

Dansk

udah hampir 2 tahun tinggal di Denmark dan masih g bisa ngomong bahasa sini kecuali Tak (thanks) dan Unskyld (excuse me). Ya bisalah "tak skal du have" atau " tusind tak" sembari takut salah ngomongnya. Susah? ya g tau,baru belajar dikit-dikit. Tapi kurang lebih..susah. Komik ini udah cukup kok ngegambarin kedengerannya kayak apa orang Denmark ngomong. :)


Tuesday, September 22, 2009

Dapur....laboratorium baru saya

Sekarang...ya sudah 2 bulan ini..gwe punya status baru. Ibu Rumah Tangga...yap the ibu rumah tangga. Kerjaannya sekitaran dapur, kamar dan dapur. Dan internet pastinya. Menyenangkan ternyata. Keluar dari aktifitas penuh tenggat yang selama ini membelenggu. Mengurusi suami dan melakukan eksperimen pada jadwal mencuci dan keuangan keluarga. Dan pastinya uji coba masakan.Yap....memasak menjadi kesenangan baru tiada tara.

Buku resep dan internet jadi buku manual baru yang mengisi hari-hari. Uji coba dengan berbagai jenis masakan baru. Sampai-sampai supervisor thesisku malah menyemangati layaknya gwe lagi mengerjakan tesis.

Rasanya seperti memulai mengerjakan tesis atau proyek. Collecting data, prepare the analysis tools then start the job. Mulai mengumpulkan sedikit demi sedikit bumbu-bumbu masak, menambah sedikit demi sedikit alat-alat masak dan meningkatkan kemampuan merasakan tingkat ke-asin-an. Dan saatnya tiba..mari memasak.

oh ya, mengumpulkan bumbu masak bukan disini bukan perkara mudah. Bukan karena tidak tahu bentuknya, tapi nama yang dipakai dipasaran sebagian besar bahasa Dansk dan Inggris bahkan kadang bahsa latinnya ,jadi seringkali sebelum belanja, mencatat semua keperluan dan mengalihbahasakannya.

Entah kenapa, susah sekali untuk malas memasak. seringkali saat siang hari rasa malas hadir, namun saat lapar melanda gwe malah ingin masak ini itu dan hilanglah rasa malas itu lalu sepersekian detik gwe sudah berkutat di dapur. I love eating,then I love cooking.

Senang rasanya menemukan tempat baru untuk belajar.Tempat untuk menikmati hidup dan memulai eksperimen-eksperimen baru meski bukan dengan sintaks bahasa komputer. Ini saatnya untuk hal baru. Then my kitchen is my new laboratorium.

Kata orang, cinta bisa tumbuh dari makanan. Untuk mr.A apa sih yang ga?

Thursday, September 3, 2009

Meet my Bike

Entah dari kapan, pengen bisa jalan-jalan dengan sepeda. Dulu...waktu masih SMP, memang bersekolah naik sepeda, dan saat masih SD pun sore hari dihabiskan dengan bersepeda bersama rekan sejawat. Tapi sejak di Bandung, jarak kampus terlalu dekat sehingga dilintasi dengan berjalan kaki, dan kemalesan membuat sepeda dirumah selalu urung diboyong ke Bandung. Lebih-lebih di Jakarta. Meskipun orang-orang mendengungkan Bike to Work, sungguh Jakarta bukan tempat yang tepat. Berlomba dengan ribuan mobil dan belum lagi semprotan dari bis dan metromini yang g tanggung-tanggung, dan pastinya jalur yang tidak aman. Tidak adanya jalur khusus membuat pesepeda harus berada di kerumunan kendaraan bermotor.

Tapi disini, semua orang naik sepeda. Kemanapun. Selain alasan mengirit, kemudahan lah yang membuat sepeda menjadi transportasi penting. Motor? bisa dihitung dengan jari. Selain jalur sepda yang khusus, sepeda bisa dibawa masuk ke kereta dan metro,shingga bila tidak memungkinkan mengndarainya (misal: hujan deras atau salju),sepeda bisa tetap dibawa pulang. Tempat penyimpanan pun eksis di setiap sudut jalan,memungkinkan kita untuk berhenti dimanapun.


Sepeda disini harganya mahal,kalau beli baru. Sehingga orang-orang biasanya membeli melalui lelang atau melalui website barang second. Lelang sepeda diadakan oleh pihak kepolisian. Sepeda-sepeda yang dijual adalah sepeda yang sudah lama tidak berpemilik yang ditinggal di jalan atau stasiun atau sepeda-sepeda yang merupakan baran sitaan. Kalau beli di sini, kondisi sepeda hanya dilihat sepintas, ada yang masih bagus ada yang penampakannya bagus tapi ternyata sudah parah.Kalaupun bagus dan sehat,pasti harganya selangit. Mr.A berhasil mendapatkan sepeda dengan metode ini,meskipun harus mengganti ban dalam dan rantainya,harganya masih jauh dibandingkan harga barunya. Sedangkan saya, hehehehe...saat lelang, sepeda-sepeda sangat mahal, karena ini event pertama setelah libur musim panas. Dan tidak ada sepeda yang pas dihati.Hasil mencari di sebuah situs barang bekas akhirnya menemukan sepeda yang 90% fit, dengan harga murah sekali. Dan pertama kali melihatnya langsung jatuh cinta (percayalah...memilih sepeda itu seperti memilih pasangan hidup,harus pas di hati). Bila melalui situs barang bekas, barang yang mau dibeli bisa dilihat terlebih dahulu jadi bisa melihat kondisinya.


Dan inilah si Sepeda...dan ternyata,mereknya sama dengan Mr.A..jadi pas banget...sepedanya jga sepasang.. (*memandangpenuhcinta...ke sepeda).
Semua tentang bersepeda di Copenhagen bisa diliat di Copenhagen Cycle Chic.

Bulan Ramadhan di rantau

Alhamdulillah...alhamdulillah...tahun ini diberikan kesempatan bertemu dengan Ramadhan yang mulia, dengan seluruh atribut baru.Ramadahan kali ini, dinikmati di negri orang. Lupakanlah suasana ala Indonesia yang hiruk pikuk saat sahur dan buka puasa. Lupakanlah jajanan buka puasa yang dengan mudah ditemukan. Sungguh ini puasa yang sangat menantang.

Sebagai minoritas di negri ini, tidak terdengar suara azan. Mesjid terdekat berjarak 4 km (10 menit dengan kereta). Jadwal buka dan imsak didapat melalui selebaran. Dan yang sangat menarik,bulan Ramadhan tahun ini jatuh di penghujung musim panas, jadi tidak heran,durasi dari fajar hingga senja adalah 18 jam. Menarik..dan percayalah, 18 jam ternyata tidak jauh berbeda dengan 12 jam. Beruntungnya, musim panas disini tidak sepanas di negeri tropis. Sungguh Allah maha Baik. Dan jangan heran kalau ngabuburit,orang lain dengan tenangnya makan dan minum serta berpakaian seksi (it's summer time)

Ini lah Ramadhan pertama sebagai suami-istri. Tak terasa meskipun harus bangun pagi-pagi untuk menyiapkan sahur apalagi sensasi saat menyiapkan santapan buka puasa, sungguh nikmat yang tak terkira. Dan untuk pertama kalinya bikin kolak untuk buka puasa, pastinya sebelumnya yang begini pasti beli. Sungguh kurma dan segelas air putih bila dinikmati bersama suami sungguh pun...

Hal yang menyenangkan adalah saat berbuka bersama teman-teman senegara. Alhamdulillah,KBRI selalu mengadakan buka puasa bersama. Belumlagi bersama teman-teman sesama pelajar. Seru.Pastinya hidangan ala Indonesia selalu terhidang mengobati kerinduan. Tahun ini, pastinya jadwal buka bersama berkurang, disaat teman-teman di Indonesia bingung menyusun padatnya jadwal buka puasa karena keberadaan FB yang mempertemukan dengan banyak teman lama dan menambah daftar buka puasa bersama.

Sungguhpun, puasa kali ini bisa merasakan betapa Iman dan Islam lah yang menjaga. Bisa sajakan tidak menjalan puasa, toh ga bakal ada yang tahu kita puasa atau tidak. Tapi sejenak dipikirkan...Allah Maha Tahu.

Semoga Allah memberikan kemudahan, sehingga 15 hari kedepan Ramadhan ini jauh lebih baik. Amin.